Sabtu, 27 Agustus 2016

Perpustakaan Jalanan Dibubarkan Rengut Kebebasan Berekspresi

Serikat warga  Pegiat aksi Sosial Anarkonesia bersama serikat Pelajar Indonesia mengutuk pembubaran perpustakaan kolektif jalanan pada Taman Cikapayang, Dago di Sabtu (20/8) sang aparat Tentara Nasional Indonesia (Tentara Nasional Indonesia).

Menurut Anggota Anarkonesia, Pandu Prasetyo, pembubaran paksa perpustakaan jalanan tadi adalah wujud merebut hak kebebasan berekspresi rakyat sipil pada ruang publik.

"Apa pun alasannya adalah itu tak mampu dibenarkan, sama saja mereka sudah membungkam warga  sipil buat berekspresi," istilah Pandu kepada CNNIndonesia.Com, Sabtu (27/8) malam.

Menurutnya, kehadiran tentara bukan buat membungkam masyarakat. Kehadirannya, menurut Pandu tidak buat membatasi ruang gerak dan  aktivitas masyarakat. "Supremasi sipil wajib  tegak, karena di situ esensi demokrasi, bukan main bubarkan aktivitas warga  dong," pungkasnya.

Aksi serupa pula tengah dilaksanakan oleh Front Pembela Anti Fasis di Bandung malam ini. Mereka menyatakan pemberangusan terhadap aktivitas sipil itu kentara artinya bentuk pelanggaran HAM berat terhadap kebebasan berekspresi warga .

Dalam rilisnya malam ini, Front Pembela Anti Fasis menolak keterlibatan TNI pada ranah sipil, menjunjung tinggi pemenuhan hak kebebasan berekspresi dan  akses terhadap ruang publik dan  edukasi, membubarkan komando teritorial, menuntut agar militer pulang ke barak dan  tidak mencampuri urusan ketertiban sipil, menolak represifitas serta intimidasi aparat, dan  menyatakan Bandung tak lagi kota yg ramah Hak Asasi manusia.

Sebelumnya, kepala Staf Kodam III Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto menyebut aktivitas Perpustakaan Jalanan yg beroperasi di malam hari adalah modus baru geng motor di Bandung. Sang karena itu Kodam III membubarkan kegiatan komunitas itu.

Perwira tinggi bintang satu itu tidak menyebut secara absolut landasan aturan yang digunakan Kodam Siliwangi pada membubarkan kegiatan komunitas Perpustakaan Jalanan. Dia hanya beralasan, pembubaran itu buat mencegah kriminalitas yang dilakukan geng motor di Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar